SELAMAT DATANG DI WEB BLOG KORWIL X DISDIKBUD ULU PUNGKUT

APLIKASI GURU KELAS 


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam sukses untuk kita semua.

Saya mencoba membuat sebuah Aplikasi Guru Kelas berbasis Microsoft Excel yang dirancang khusus untuk membantu mempermudah tugas-tugas administratif guru kelas. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur praktis seperti pencatatan Data siswa, kehadiran siswa, daftar nilai, rekap nilai, jadwal pelajaran, buku catatan harian guru dll, —all-in-one dalam satu file Excel yang mudah digunakan. 

Keunggulan aplikasi ini adalah tampilannya yang sederhana, tidak memerlukan instalasi tambahan, serta bisa langsung digunakan oleh guru hanya dengan program Microsoft Excel. Tujuan saya membuat aplikasi ini adalah untuk mendukung rekan-rekan guru dalam mengelola kelas secara lebih efektif dan efisien.

Aplikasi ini saya bagikan secara gratis sebagai bentuk kontribusi kecil untuk kemajuan pendidikan. Semoga bisa bermanfaat dan membantu meringankan beban kerja para guru di lapangan.

🎓 APLIKASI GURU KELAS BERBASIS EXCEL
Solusi Mudah Administrasi Kelas untuk Guru Hebat!

📝 Fitur-fitur utama:

✔️ Data Siswa
✔️ Absensi Siswa
✔️ Rekap Nilai
✔️ Jadwal Pelajaran
✔️ Catatan Harian Guru
✔️ dll

✔️ Otomatis & Siap Pakai

💡 Mudah digunakan, tanpa instalasi tambahan!
📦 File Excel sederhana, praktis, dan hemat waktu!

🎁 Dibagikan gratis sebagai bentuk dukungan untuk pendidikan Indonesia.

📥 Unduh Gratis Sekarang!
           [Tautan Unduhan]

✉️ Masukan dan Saran

Aplikasi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, pengembang sangat mengharapkan saran, kritik, dan masukan dari para pengguna agar aplikasi ini dapat terus dikembangkan menjadi lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan guru di lapangan.

📬 Silakan kirimkan masukan Anda melalui:
📧 Email: kkgup22@gmail.com
📱 WhatsApp : +628566308717
💬 Atau isi di kolom komentar 

Terima kasih atas dukungan dan partisipasinya!


Penerapan Otentifikasi Ganda pada Single Sign-On (SSO) Dapodik





       Dalam era digitalisasi pendidikan, keamanan data menjadi aspek yang sangat krusial. Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai tulang punggung pendataan pendidikan nasional menyimpan informasi sensitif tentang peserta didik, pendidik, sekolah, dan sarana prasarana.
Dalam upaya memperkuat sistem keamanan data pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi menerapkan Otentifikasi Ganda (Two-Factor Authentication/2FA).
Peraturan tersebut dilakukan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) pada sistem Single Sign-On (SSO) Dapodik.
Oleh karena itu, peningkatan sistem keamanan dalam proses autentikasi pengguna sangat dibutuhkan. Salah satu solusi strategis yang mulai diterapkan adalah Otentifikasi Ganda (Two-Factor Authentication/2FA) pada mekanisme Single Sign-On (SSO) Dapodik.

Baca Juga Edaran Pemberitahuan

Apa Itu Single Sign-On (SSO)?
SSO adalah mekanisme autentikasi yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan atau sistem hanya dengan satu kali login. Di lingkungan Dapodik, SSO mempermudah akses pengguna ke layanan seperti Dapodikdasmen, ARKAS, E-Rapor, dan platform-platform Kemendikbudristek lainnya tanpa harus berulang kali memasukkan kredensial.

Kelemahan Sistem Autentikasi Tunggal
Meskipun SSO menawarkan kenyamanan, sistem ini juga memiliki kelemahan jika hanya mengandalkan satu lapis autentikasi, yakni username dan password. Risiko seperti:
Password bocor atau ditebak
Penggunaan perangkat tidak sah
Akses dari lokasi mencurigakan dapat menyebabkan kebocoran data atau penyalahgunaan sistem.

Apa Itu Otentifikasi Ganda (2FA)?
Otentifikasi Ganda adalah metode keamanan tambahan yang mengharuskan pengguna melakukan dua bentuk verifikasi sebelum mendapatkan akses. Bentuk kedua ini biasanya berupa:
Kode OTP (One-Time Password) yang dikirim melalui SMS atau email
Aplikasi autentikator seperti Google Authenticator
Biometrik seperti sidik jari (pada sistem tertentu)

Penerapan 2FA pada SSO Dapodik
Kemendikbudristek mulai menerapkan 2FA untuk meningkatkan keamanan akses ke sistem Dapodik dan platform digital lainnya. Prosesnya melibatkan langkah berikut:
Hal ini dilakukan untuk melindungi data sensitif yang diakses oleh jutaan pengguna, termasuk operator sekolah, guru, dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia. Dengan otentikasi ganda, pengguna tidak hanya memasukkan username dan password, tetapi juga harus menyelesaikan langkah verifikasi tambahan, seperti memasukkan kode OTP (One-Time Password) yang dikirim melalui aplikasi autentikator.

Langka-Langkah untuk proses penerapan Otentifikasi Ganda Pada SSO sebagai berikut:
Unduh dan Instal Aplikasi Google Authenticator pada handphone atau gawai Anda,
- untuk pengguna Android: Google Authenticator
- untuk pengguna iOS: Google Authenticator
Dinas Pendidikan dan Satuan Pendidikan masuk menggunakan SSO Dapodik ke Aplikasi Manajemen Dapodik (datadik.dikdasmen.go.id, sp.datadik.dikdasmen.go.id, ptk.datadik.dikdasmen.go.id, atau aplikasi lain yang menggunakan SSO Dapodik), maka akan tampil notifikasi status keaktifan 2FA, Silahkan Pilih:
- AKTIFKAN SEKARANG Untuk memulai proses pengaktifan 2FA melalui Google Authenticator.
- AKTIFKAN NANTI Untuk menunda pengaktifan dan melanjutkan penggunaan aplikasi tanpa 2FA.
Buka Aplikasi Google Authenticator yang telah diinstal pada handphone atau gawai Anda lalu klik tombol Tambahkan Akun Baru Authenticator. Ikuti Langkah berikut:
- Buka aplikasi Google Authenticator.
- Pilih “+” untuk menambahkan akun.
- Pilih opsi Pindai kode QR (Scan QR code)
- Arahkan kamera gawai Anda ke kode QR yang ditampilkan di laman SSO Dapodik.
- Proses tambah akun pada aplikasi Google Authenticator telah berhasil.
Gunakan Kode Verifikasi untuk Setiap kali Anda login menggunakan SSO Dapodik:
- Memasukkan username dan password pada SSO Dapodik,
- Anda akan diminta memasukkan kode verifikasi.
- Buka aplikasi Google Authenticator.
- Masukkan 6 digit kode yang muncul di akun terkait (kode berubah setiap 30 detik).
- Login berhasil

Manfaat Penerapan 2FA pada SSO Dapodik
Meningkatkan Keamanan: Mengurangi risiko peretasan karena hanya password tidak cukup untuk mengakses sistem.
Melindungi Data Sensitif: Informasi guru, siswa, dan sekolah tetap aman dari pihak tak bertanggung jawab.
Mendorong Literasi Digital: Guru dan operator menjadi lebih sadar akan pentingnya keamanan digital.
Meningkatkan Kepercayaan: Baik dari pihak sekolah, dinas, maupun pengguna layanan pendidikan digital lainnya.

Panduan dapat di baca di sini



Penjelasan tentang Proses Sinkronisasi dan Validasi Data GTK

 





Meskipun data Dapodik bersifat real-time, proses integrasi dan validasi data membutuhkan waktu tertentu sebelum benar-benar terlihat di Info GTK. Berikut penjelasan lengkapnya:

1.   Sinkronisasi Dapodik ke Server GTK

Saat sekolah melakukan sinkronisasi Dapodik, data akan masuk ke server Dapodik secara langsung. Namun, data ini membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam untuk tersinkronisasi ke server GTK.

Artinya, perubahan yang dilakukan di Dapodik tidak akan langsung muncul di Info GTK, tetapi membutuhkan jeda waktu singkat.

2. Proses Validasi Data GTK

Meskipun data sudah masuk ke server GTK dalam waktu singkat, tidak semua data langsung bisa diakses atau digunakan untuk kepentingan administrasi seperti tunjangan profesi.

Ada tahapan validasi data yang harus dilakukan untuk memastikan keakuratan informasi yang telah disinkronkan.

Proses ini bergantung pada beberapa faktor, seperti:
a. Kelengkapan data yang diinput oleh sekolah.
b. Kesalahan atau ketidaksesuaian data yang perlu dikoreksi.
c. Proses validasi oleh sistem Info GTK.

Lama proses validasi ini bisa berkisar antara 3 hingga 7 hari, tergantung dari kompleksitas data yang diperiksa.

3. Pengaruh Validasi terhadap Tunjangan Profesi

Bagi guru yang ingin memastikan keakuratan data untuk pencairan tunjangan profesi, perlu dipahami bahwa sinkronisasi Dapodik saja tidak cukup.

Selain validasi dasar, ada juga proses validasi tambahan yang dilakukan untuk menghitung ketersediaan guru dan kepastian data penerima tunjangan.

Proses ini bisa memakan waktu lebih lama, terutama jika terjadi perubahan sistem atau adanya tambahan validasi seperti untuk P3K.

  1. Sinkronisasi Dapodik ke server GTK membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam.
  2. Proses validasi data di Info GTK berkisar antara 3 hingga 7 hari, namun bisa lebih lama jika ada proses tambahan seperti validasi P3K.
  3. Proses validasi untuk tunjangan profesi dan P3K bisa memakan waktu hingga 2 minggu, tergantung dari jumlah data yang harus diproses.

Total Pengunjung

A.T. Diberdayakan oleh Blogger.