SELAMAT DATANG DI WEB BLOG KORWIL X DISDIKBUD ULU PUNGKUT

APLIKASI GURU KELAS 


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam sukses untuk kita semua.

Saya mencoba membuat sebuah Aplikasi Guru Kelas berbasis Microsoft Excel yang dirancang khusus untuk membantu mempermudah tugas-tugas administratif guru kelas. Aplikasi ini dilengkapi dengan berbagai fitur praktis seperti pencatatan Data siswa, kehadiran siswa, daftar nilai, rekap nilai, jadwal pelajaran, buku catatan harian guru dll, —all-in-one dalam satu file Excel yang mudah digunakan. 

Keunggulan aplikasi ini adalah tampilannya yang sederhana, tidak memerlukan instalasi tambahan, serta bisa langsung digunakan oleh guru hanya dengan program Microsoft Excel. Tujuan saya membuat aplikasi ini adalah untuk mendukung rekan-rekan guru dalam mengelola kelas secara lebih efektif dan efisien.

Aplikasi ini saya bagikan secara gratis sebagai bentuk kontribusi kecil untuk kemajuan pendidikan. Semoga bisa bermanfaat dan membantu meringankan beban kerja para guru di lapangan.

🎓 APLIKASI GURU KELAS BERBASIS EXCEL
Solusi Mudah Administrasi Kelas untuk Guru Hebat!

📝 Fitur-fitur utama:

✔️ Data Siswa
✔️ Absensi Siswa
✔️ Rekap Nilai
✔️ Jadwal Pelajaran
✔️ Catatan Harian Guru
✔️ dll

✔️ Otomatis & Siap Pakai

💡 Mudah digunakan, tanpa instalasi tambahan!
📦 File Excel sederhana, praktis, dan hemat waktu!

🎁 Dibagikan gratis sebagai bentuk dukungan untuk pendidikan Indonesia.

📥 Unduh Gratis Sekarang!
           [Tautan Unduhan]

✉️ Masukan dan Saran

Aplikasi ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, pengembang sangat mengharapkan saran, kritik, dan masukan dari para pengguna agar aplikasi ini dapat terus dikembangkan menjadi lebih baik dan lebih sesuai dengan kebutuhan guru di lapangan.

📬 Silakan kirimkan masukan Anda melalui:
📧 Email: kkgup22@gmail.com
📱 WhatsApp : +628566308717
💬 Atau isi di kolom komentar 

Terima kasih atas dukungan dan partisipasinya!


Penerapan Otentifikasi Ganda pada Single Sign-On (SSO) Dapodik





       Dalam era digitalisasi pendidikan, keamanan data menjadi aspek yang sangat krusial. Sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai tulang punggung pendataan pendidikan nasional menyimpan informasi sensitif tentang peserta didik, pendidik, sekolah, dan sarana prasarana.
Dalam upaya memperkuat sistem keamanan data pendidikan nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) resmi menerapkan Otentifikasi Ganda (Two-Factor Authentication/2FA).
Peraturan tersebut dilakukan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Ditjen PAUD Dikdasmen) pada sistem Single Sign-On (SSO) Dapodik.
Oleh karena itu, peningkatan sistem keamanan dalam proses autentikasi pengguna sangat dibutuhkan. Salah satu solusi strategis yang mulai diterapkan adalah Otentifikasi Ganda (Two-Factor Authentication/2FA) pada mekanisme Single Sign-On (SSO) Dapodik.

Baca Juga Edaran Pemberitahuan

Apa Itu Single Sign-On (SSO)?
SSO adalah mekanisme autentikasi yang memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan atau sistem hanya dengan satu kali login. Di lingkungan Dapodik, SSO mempermudah akses pengguna ke layanan seperti Dapodikdasmen, ARKAS, E-Rapor, dan platform-platform Kemendikbudristek lainnya tanpa harus berulang kali memasukkan kredensial.

Kelemahan Sistem Autentikasi Tunggal
Meskipun SSO menawarkan kenyamanan, sistem ini juga memiliki kelemahan jika hanya mengandalkan satu lapis autentikasi, yakni username dan password. Risiko seperti:
Password bocor atau ditebak
Penggunaan perangkat tidak sah
Akses dari lokasi mencurigakan dapat menyebabkan kebocoran data atau penyalahgunaan sistem.

Apa Itu Otentifikasi Ganda (2FA)?
Otentifikasi Ganda adalah metode keamanan tambahan yang mengharuskan pengguna melakukan dua bentuk verifikasi sebelum mendapatkan akses. Bentuk kedua ini biasanya berupa:
Kode OTP (One-Time Password) yang dikirim melalui SMS atau email
Aplikasi autentikator seperti Google Authenticator
Biometrik seperti sidik jari (pada sistem tertentu)

Penerapan 2FA pada SSO Dapodik
Kemendikbudristek mulai menerapkan 2FA untuk meningkatkan keamanan akses ke sistem Dapodik dan platform digital lainnya. Prosesnya melibatkan langkah berikut:
Hal ini dilakukan untuk melindungi data sensitif yang diakses oleh jutaan pengguna, termasuk operator sekolah, guru, dan tenaga kependidikan di seluruh Indonesia. Dengan otentikasi ganda, pengguna tidak hanya memasukkan username dan password, tetapi juga harus menyelesaikan langkah verifikasi tambahan, seperti memasukkan kode OTP (One-Time Password) yang dikirim melalui aplikasi autentikator.

Langka-Langkah untuk proses penerapan Otentifikasi Ganda Pada SSO sebagai berikut:
Unduh dan Instal Aplikasi Google Authenticator pada handphone atau gawai Anda,
- untuk pengguna Android: Google Authenticator
- untuk pengguna iOS: Google Authenticator
Dinas Pendidikan dan Satuan Pendidikan masuk menggunakan SSO Dapodik ke Aplikasi Manajemen Dapodik (datadik.dikdasmen.go.id, sp.datadik.dikdasmen.go.id, ptk.datadik.dikdasmen.go.id, atau aplikasi lain yang menggunakan SSO Dapodik), maka akan tampil notifikasi status keaktifan 2FA, Silahkan Pilih:
- AKTIFKAN SEKARANG Untuk memulai proses pengaktifan 2FA melalui Google Authenticator.
- AKTIFKAN NANTI Untuk menunda pengaktifan dan melanjutkan penggunaan aplikasi tanpa 2FA.
Buka Aplikasi Google Authenticator yang telah diinstal pada handphone atau gawai Anda lalu klik tombol Tambahkan Akun Baru Authenticator. Ikuti Langkah berikut:
- Buka aplikasi Google Authenticator.
- Pilih “+” untuk menambahkan akun.
- Pilih opsi Pindai kode QR (Scan QR code)
- Arahkan kamera gawai Anda ke kode QR yang ditampilkan di laman SSO Dapodik.
- Proses tambah akun pada aplikasi Google Authenticator telah berhasil.
Gunakan Kode Verifikasi untuk Setiap kali Anda login menggunakan SSO Dapodik:
- Memasukkan username dan password pada SSO Dapodik,
- Anda akan diminta memasukkan kode verifikasi.
- Buka aplikasi Google Authenticator.
- Masukkan 6 digit kode yang muncul di akun terkait (kode berubah setiap 30 detik).
- Login berhasil

Manfaat Penerapan 2FA pada SSO Dapodik
Meningkatkan Keamanan: Mengurangi risiko peretasan karena hanya password tidak cukup untuk mengakses sistem.
Melindungi Data Sensitif: Informasi guru, siswa, dan sekolah tetap aman dari pihak tak bertanggung jawab.
Mendorong Literasi Digital: Guru dan operator menjadi lebih sadar akan pentingnya keamanan digital.
Meningkatkan Kepercayaan: Baik dari pihak sekolah, dinas, maupun pengguna layanan pendidikan digital lainnya.

Panduan dapat di baca di sini



Penjelasan tentang Proses Sinkronisasi dan Validasi Data GTK

 





Meskipun data Dapodik bersifat real-time, proses integrasi dan validasi data membutuhkan waktu tertentu sebelum benar-benar terlihat di Info GTK. Berikut penjelasan lengkapnya:

1.   Sinkronisasi Dapodik ke Server GTK

Saat sekolah melakukan sinkronisasi Dapodik, data akan masuk ke server Dapodik secara langsung. Namun, data ini membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam untuk tersinkronisasi ke server GTK.

Artinya, perubahan yang dilakukan di Dapodik tidak akan langsung muncul di Info GTK, tetapi membutuhkan jeda waktu singkat.

2. Proses Validasi Data GTK

Meskipun data sudah masuk ke server GTK dalam waktu singkat, tidak semua data langsung bisa diakses atau digunakan untuk kepentingan administrasi seperti tunjangan profesi.

Ada tahapan validasi data yang harus dilakukan untuk memastikan keakuratan informasi yang telah disinkronkan.

Proses ini bergantung pada beberapa faktor, seperti:
a. Kelengkapan data yang diinput oleh sekolah.
b. Kesalahan atau ketidaksesuaian data yang perlu dikoreksi.
c. Proses validasi oleh sistem Info GTK.

Lama proses validasi ini bisa berkisar antara 3 hingga 7 hari, tergantung dari kompleksitas data yang diperiksa.

3. Pengaruh Validasi terhadap Tunjangan Profesi

Bagi guru yang ingin memastikan keakuratan data untuk pencairan tunjangan profesi, perlu dipahami bahwa sinkronisasi Dapodik saja tidak cukup.

Selain validasi dasar, ada juga proses validasi tambahan yang dilakukan untuk menghitung ketersediaan guru dan kepastian data penerima tunjangan.

Proses ini bisa memakan waktu lebih lama, terutama jika terjadi perubahan sistem atau adanya tambahan validasi seperti untuk P3K.

  1. Sinkronisasi Dapodik ke server GTK membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam.
  2. Proses validasi data di Info GTK berkisar antara 3 hingga 7 hari, namun bisa lebih lama jika ada proses tambahan seperti validasi P3K.
  3. Proses validasi untuk tunjangan profesi dan P3K bisa memakan waktu hingga 2 minggu, tergantung dari jumlah data yang harus diproses.

GURU SIAP-SIAP! Platform Rumah Pendidikan Segera Dirilis Mendikdasmen





Selasa, 14 Januari 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengadakan sosialisasi peluncuran platform baru yang bertujuan untuk menyederhanakan dan meningkatkan efisiensi sistem pendidikan di Indonesia. Platform Rumah Pendidikan ini hadir sebagai pengganti dari berbagai platform pendidikan yang sebelumnya tersebar, termasuk Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang sering dikeluhkan oleh para guru karena kesulitan dalam pengoperasiannya.
Rumah Pendidikan dirancang dengan 8 ruang utama, masing-masing memiliki fungsi dan layanan spesifik. Ruang-ruang tersebut meliputi: Ruang GTK untuk guru, Ruang Sekolah untuk data dan informasi sekolah, Ruang Bahasa untuk sumber belajar bahasa, Ruang Murid untuk akses materi pembelajaran dan tugas, Ruang Pemerintah untuk kebijakan dan monitoring, Ruang Mitra untuk kolaborasi, Ruang Publik untuk informasi umum, dan Ruang Orang Tua untuk memantau perkembangan anak.

Dengan adanya Rumah Pendidikan, diharapkan dapat tercipta beberapa manat signifikan. Pertama, efisiensi dalam pengelolaan data dan informasi pendidikan melalui integrasi lebih dari 986 aplikasi pendidikan ke dalam satu platform. Kedua, aksesibilitas yang lebih baik bagi semua stakeholder pendidikan mendapatkan informasi dan layanan dengan mudah dan cepat. Ketiga, peningkatan kualitas pendidikan melalui sumber belajar yang berkualitas dan relevan. Keempat, kolaborasi yang lebih baik antara guru, siswa, orang tua dan pemerintah.

Meskipun memiliki potensi besar, implementasi Rumah Pendidikan tentu tidak lepas dari tantangan. Salah satu tantangan utama adalah adopsi teknologi, mengingat tidak semua guru dan siswa memiliki akses yang samahadap teknologi. Selain itu, kualitas jaringan internet yang belum merata di seluruh wilayah Indonesia juga dapat menjadi hambatan. Terakhir, perlu dilakukan sosialisasi yang intensif untuk memastikan bahwa semua pengguna, terutama guru yang belumir dengan teknologi, dapat memahami dan memanfaatkan fitur-fitur yang tersedia di Rumah Pendidikan.


Untuk Informasi selengkapnya terkait dengan materi sosialisasi Platform Rumah Pendidikan dapat di unduh di sini 📁

Berikut delapan ruang utama aplikasi digital Rumah Pendidikan adalah:

1. Ruang GTK – Untuk guru
2. Ruang Sekolah – Untuk data dan informasi sekolah
3. Ruang Bahasa – Untuk sumber belajar bahasa
4. Ruang Murid – Untuk akses materi pembelajaran dan tugas
5. Ruang Pemerintah – Untuk kebijakan dan monitoring
6. Ruang Mitra – Untuk kolaborasi
7. Ruang Publik – Untuk informasi umum
8. Ruang Orang Tua – Untuk memantau perkembangan anak

Platform Rumah Pendidikan dirancang menggantikan platform terdahulu, termasuk (Platform Merdeka Mengajar) PMM, yang menuai keluhan guru terkait penggunaannya. Aplikasi pendidikan sebelumnya disempurnakan melalui platform ini dengan pembaruan dan fitur sesuai kebutuhan pengguna.

Simulasi Pengerjaan dan Penilain Kinerja Guru dan Kepala Sekolah Tahun 2025




Pengelolaan Kinerja di PMM adalah alat bantu yang memudahkan guru dan kepala sekolah menentukan sasaran Kinerja yang lebih konstektual dengan kebutuhan satuan pendidikan dan penembangan karir, demi peningkatan kulaitas pembelajaran siswa.

Pengelolaan kinerja guru dan kepala sekolah adalah dua aspek yang saling terkait dalam sistem pendidikan yang berkualitas. Kinerja guru berhubungan langsung dengan kualitas pembelajaran, sedangkan kinerja kepala sekolah berperan sebagai pemimpin yang mengelola seluruh proses pendidikan di sekolah. Keduanya memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan mendorong siswa untuk mencapai potensi terbaik mereka. Dalam konteks ini, pengelolaan kinerja yang terencana dan terstruktur sangat penting untuk keberhasilan pendidikan yang berkelanjutan.

Bagi Bapak/Ibu guru dan Kepala Sekolah yang ingin mencoba simulasi atau melihat pembaruan Pengelolaan Kinerja di tahun 2025 dapat melalui laman ini :👉 Klik disini

Demikian Informasi tentang Simulasi Pengerjaan dan Penilain Kinerja Guru dan Kepala Sekolah Tahun 2025, semoga bermanfaat


Panduan Subtansi dan Teknis Pengelolaan Kinerja Kepala Sekolah Tahun 2025



Seiring dengan perkembangan zaman, pengelolaan kinerja kepala sekolah mengalami transformasi yang signifikan. Pemerintah, melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, bersama instansi terkait, terus berinovasi untuk mendukung peran kepala sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran. Berikut ini adalah poin-poin penting terkait pengelolaan kinerja kepala sekolah yang mulai diterapkan pada tahun 2025.


Landasan Regulasi

Pengelolaan kinerja kepala sekolah diatur berdasarkan beberapa regulasi utama, di antaranya:

PermenPANRB No. 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN.

PermenPANRB No. 1 Tahun 2023 tentang Jabatan Fungsional.

Kepdirjen GTK No. 4242 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Kinerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah.

Regulasi ini bertujuan untuk memastikan setiap kepala sekolah memiliki panduan yang jelas dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin di satuan pendidikan.

Tahapan Pengelolaan Kinerja

Pengelolaan kinerja kepala sekolah terdiri dari beberapa tahapan berikut:

1. Pemutakhiran Data

Data kepala sekolah harus mutakhir dan padan dengan sistem nasional, seperti Dapodik, SI-ASN, dan Dukcapil. Data utama yang perlu diperbarui meliputi Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Induk Pegawai (NIP), dan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

2. Perencanaan

Kepala sekolah memilih indikator utama untuk peningkatan kinerja berdasarkan Rapor Pendidikan. Indikator ini meliputi tiga aspek:

  • Praktik Kinerja
  • Perilaku Kerja
  • Pengembangan Kompetensi

3. Pelaksanaan

Selama satu tahun, kepala sekolah melaksanakan program kerja yang telah direncanakan. Proses ini mencakup observasi praktik kinerja, pembinaan oleh atasan, serta refleksi terhadap hasil kerja.

4 Penilaian.

Kinerja kepala sekolah dinilai berdasarkan indikator yang telah ditentukan. Penilaian mencakup upaya refleksi, perubahan praktik, dan pengembangan kompetensi.

Aktor yang Terlibat

Pengelolaan kinerja kepala sekolah melibatkan beberapa pihak, yaitu:

Kepala Sekolah: Merencanakan, melaksanakan, dan merefleksikan kinerja.

Pejabat Penilai Kinerja: Memantau dan memberikan umpan balik kepada kepala sekolah.

Tim Kinerja: Mendukung proses pembinaan dan penilaian.

Keunggulan Sistem Baru

Sistem pengelolaan kinerja ini memiliki beberapa keunggulan:

Merdeka Memilih Indikator: Kepala sekolah dapat memilih indikator yang relevan dengan kondisi satuan pendidikan.

Merdeka dari Beban Administrasi: Sistem mengurangi dokumen administratif yang harus disiapkan.

Merdeka Unjuk Kinerja Berdampak: Fokus pada praktik yang nyata di lapangan, bukan sekadar laporan.

Kalender Implementasi

Pengelolaan kinerja kepala sekolah dirancang dengan siklus tahunan. Beberapa aktivitas utama meliputi:


Triwulan 1 (Januari–Maret): Penyusunan SKP dan observasi awal.

Triwulan 2 (April–Juni): Pelaksanaan tindak lanjut dan pengembangan kompetensi.

Triwulan 3 (Juli–September): Refleksi atas upaya peningkatan.

Triwulan 4 (Oktober–Desember): Penilaian akhir dan pemberian predikat kinerja.

Refleksi dan Rekomendasi

Pengelolaan kinerja berbasis praktik ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manajer administratif tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran yang berfokus pada murid.

Melalui kolaborasi yang erat antara kepala sekolah, pengawas, dan dinas pendidikan, transformasi ini akan membawa dampak positif bagi dunia pendidikan Indonesia.

Panduan Subtansi dan Teknis Pengelolaan Kinerja Guru Tahun 2025





Transformasi pengelolaan kinerja guru merupakan langkah strategis yang diambil oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah guna mendukung pembelajaran yang berorientasi pada peserta didik. Dengan regulasi baru dan pendekatan berbasis praktik, pengelolaan kinerja kini lebih mudah, bermakna, dan bermutu untuk semua guru. 

Tahapan Pengelolaan Kinerja Guru
1. Pemutakhiran Data

Pemutakhiran data guru merupakan prasyarat penting untuk memastikan data kependudukan dan kepegawaian sinkron antara Dapodik, SI-ASN, dan Dukcapil.
Data utama yang perlu diperbarui meliputi NIK, NIP, unit organisasi, dan NPSN.

2. Perencanaan Kinerja

Guru menyusun Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) dengan memilih indikator dari 4 variabel utama:
  • Praktik Kinerja: Fokus pada indikator dari Dimensi Pembelajaran dalam Rapor Pendidikan.
  • Pengembangan Kompetensi: Menentukan indikator sesuai kebutuhan peningkatan diri.
  • Perilaku Kerja: Memilih aspek perilaku ASN BERAKHLAK yang akan diperbaiki. 
  • Tugas Pokok: Meliputi pelaksanaan 5M dan tanggung jawab harian guru.
SKP yang disusun diajukan kepada kepala sekolah untuk disetujui dan disepakati.

3. Pelaksanaan Kinerja
  • Guru melaksanakan tugas pokok sehari-hari, praktik kinerja, dan pengembangan kompetensi sesuai SKP.
  • Kepala sekolah melakukan observasi, memberikan umpan balik, dan memantau implementasi tindak lanjut.
  • Refleksi dan peningkatan berkelanjutan menjadi bagian integral dalam tahapan ini. 

4.Penilaian Kinerja
  • Penilaian dilakukan berdasarkan dokumen tindak lanjut, refleksi, serta hasil observasi praktik kinerja dan perilaku kerja.
  • Predikat kinerja guru akan menjadi dasar perencanaan periode berikutnya.
Fokus Transformasi Pengelolaan Kinerja
Mudah

Proses pengelolaan kinerja tidak memerlukan unggah dokumen tambahan.
Semua aktivitas dirancang untuk mempermudah guru dan kepala sekolah tanpa beban administrasi berlebih.

Bermakna

Pengelolaan kinerja berbasis praktik nyata di kelas dan sekolah.
Mengutamakan umpan balik untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Bermutu

Guru dinilai dengan indikator relevan, sementara kepala sekolah memiliki fleksibilitas untuk menyusun prioritas sesuai kebutuhan sekolah.

7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat



Mendikdasmen Luncurkan Program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Pendidikan karakter menjadi isu strategis yang tak henti-hentinya diperbincangkan, terlebih di tengah tantangan zaman yang kian kompleks. Dalam upaya membangun fondasi kokoh bagi generasi muda, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) merancang program bertajuk “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” yang akan diluncurkan pada Januari 2025.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam pidatonya pada Hari Bermuhammadiyah di Uhamka, DKI Jakarta, pada Ahad (3/11/2024) lalu, menyampaikan visi besar dari program ini, yakni membentuk kebiasaan positif yang berorientasi pada penguatan karakter anak Indonesia.

Program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” menyoroti pentingnya kebiasaan sebagai pembentuk karakter. Kebiasaan tersebut meliputi:


1. Bangun Pagi
Kebiasaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi cerminan kedisiplinan. Bangun pagi mengajarkan anak untuk menghargai waktu, yang merupakan modal utama dalam meraih kesuksesan.

2. Beribadah
Nilai spiritualitas menjadi pondasi moral anak. Melalui kebiasaan beribadah, anak-anak diajarkan untuk bersyukur, mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah, sekaligus memahami nilai-nilai kebaikan universal.

3. Berolahraga
Aktivitas fisik penting untuk membangun tubuh yang sehat dan pikiran yang segar. Dengan tubuh yang sehat, anak-anak akan lebih produktif dalam menjalani hari-harinya.

4. Gemar Belajar
Kebiasaan membaca dan belajar sejak dini menjadi kunci utama untuk membuka cakrawala ilmu pengetahuan. Ini tidak hanya melatih kecerdasan intelektual, tetapi juga meningkatkan daya kritis anak.

5. Makan Sehat dan Bergizi
Pola makan sehat mendukung tumbuh kembang yang optimal. Anak yang terbiasa mengonsumsi makanan bergizi akan memiliki energi dan daya tahan tubuh yang baik.

6. Bermasyarakat
Interaksi sosial mengajarkan anak untuk peduli terhadap orang lain, bekerja sama, dan menghargai perbedaan. Inilah modal sosial yang penting di era globalisasi.

7. Tidur Cepat
Tidur yang cukup memastikan anak mendapatkan istirahat berkualitas, yang berpengaruh langsung pada kesehatan fisik dan mental mereka.

Kesuksesan program ini tak lepas dari peran aktif orang tua dan guru. Orang tua di rumah menjadi teladan pertama dalam membentuk kebiasaan positif, sementara guru di sekolah menjadi pendukung utama. Sebagai contoh, guru dapat memotivasi anak untuk bangun pagi dan beribadah sebelum memulai aktivitas belajar.

Mendikdasmen juga menekankan pentingnya pendidikan berbasis rumah. Orang tua, sebagai pendidik utama di luar sekolah, diharapkan mampu menciptakan suasana mendidik yang menyenangkan sehingga anak merasa dihargai dan termotivasi untuk terus mengembangkan dirinya.

Mendikdasmen dengan tegas menyampaikan bahwa pendidikan karakter tidak boleh menjadi beban, tetapi harus menjadi pengalaman menyenangkan. Pendekatan yang menakutkan atau otoriter hanya akan menjauhkan anak-anak dari nilai-nilai yang hendak ditanamkan.

Misalnya, kebiasaan gemar belajar dapat dimulai dengan menyediakan bahan bacaan yang menarik sesuai usia anak, atau mengajarkan nilai bermasyarakat melalui permainan kelompok. Dengan demikian, kebiasaan positif tidak hanya ditanamkan, tetapi juga dipraktikkan dengan penuh antusiasme.

Visi besar program ini adalah menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan jiwa sosial yang tinggi. Kebiasaan baik yang dibangun sejak dini akan tumbuh menjadi karakter yang kokoh, yang pada akhirnya mendorong kemajuan peradaban bangsa.

Langkah konkret ini merupakan jawaban atas tantangan modernisasi yang sering kali menjauhkan anak-anak dari nilai-nilai luhur. Program “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” mengajarkan kita bahwa pendidikan karakter bukanlah teori abstrak, melainkan tindakan nyata yang dapat membentuk masa depan bangsa.

Dengan dukungan semua pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, hingga keluarga, harapannya kebiasaan positif ini akan menjadi identitas baru anak-anak Indonesia. Tidak hanya hebat dalam prestasi, tetapi juga menjadi pribadi yang tangguh, berakhlak mulia, dan berkontribusi nyata bagi masyarakat.

Inilah saatnya Indonesia melangkah ke depan dengan generasi emas yang siap membawa perubahan positif di tingkat nasional maupun global. Program ini bukan sekadar harapan, tetapi langkah nyata menuju bangsa yang beradab dan bermartabat.

@https://www.suaramuhammadiyah.id/read/7-kebiasaan-anak-indonesia-hebat

Persiapan Asesmen Nasional Tahun 2024

 



Asesmen Nasional (AN) adalah salah satu langkah strategis yang diambil oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Tahun 2024 akan menjadi momen penting untuk pelaksanaan Asesmen Nasional yang lebih baik dan lebih komprehensif. Dalam artikel ini, kita akan membahas berbagai persiapan yang perlu dilakukan oleh sekolah, guru, siswa, dan orang tua untuk menyukseskan Asesmen Nasional Tahun 2024.

1. Memahami Tujuan dan Komponen Asesmen Nasional

Asesmen Nasional bertujuan untuk:

- Mengukur kompetensi dasar siswa dalam literasi dan numerasi.

- Mengevaluasi lingkungan belajar yang mendukung pengembangan karakter siswa.

- Menyediakan data yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.

Komponen Asesmen Nasional meliputi:

- Asesmen Kompetensi Minimum (AKM):

 Mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi.

- Survei Karakter:

 Mengukur aspek karakter siswa seperti integritas, gotong royong, dan kemandirian.

- Survei Lingkungan Belajar:

Mengukur aspek lingkungan belajar di sekolah.

 2. Persiapan di Tingkat Sekolah

Sekolah harus mempersiapkan berbagai aspek untuk mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional:

- Infrastruktur Teknologi:

 Pastikan ketersediaan perangkat komputer dan koneksi internet yang memadai untuk pelaksanaan AKM berbasis komputer.

- Pelatihan Guru:

Adakan pelatihan bagi guru untuk memahami teknis pelaksanaan AN dan penggunaan platform asesmen.

- Simulasi AN:

Lakukan simulasi Asesmen Nasional untuk familiarisasi siswa dengan format dan jenis soal yang akan diujikan.

- Koordinasi dengan Orang Tua:

 Libatkan orang tua dalam persiapan AN dengan memberikan informasi yang jelas mengenai tujuan dan pelaksanaan asesmen.

3. Persiapan Guru

Guru memainkan peran kunci dalam mempersiapkan siswa untuk menghadapi Asesmen Nasional:

- Pengembangan Materi Ajar:

Sesuaikan materi ajar dengan kompetensi yang diukur dalam AN, terutama dalam literasi dan numerasi.

- Metode Pembelajaran Aktif:

Terapkan metode pembelajaran yang aktif dan interaktif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa.

- Penilaian Formatif:

Lakukan penilaian formatif secara berkala untuk memantau perkembangan kompetensi siswa dan memberikan umpan balik yang konstruktif.

4. Persiapan Siswa

Siswa perlu dipersiapkan secara mental dan akademis untuk menghadapi Asesmen Nasional:

- Pemahaman Konsep:

Fokus pada pemahaman konsep dasar dalam literasi dan numerasi, bukan hanya hafalan.

- Latihan Soal:

Berikan latihan soal AKM secara rutin untuk membiasakan siswa dengan jenis soal yang akan diujikan.

- Pengelolaan Stres:

Ajarkan teknik pengelolaan stres dan kecemasan untuk membantu siswa tetap tenang dan fokus selama pelaksanaan asesmen.

5. Peran Orang Tua

Orang tua memiliki peran penting dalam mendukung persiapan anak untuk Asesmen Nasional:

- Mendukung Pembelajaran di Rumah:

Ciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah dan dorong anak untuk belajar secara mandiri.

- Komunikasi dengan Sekolah:

Jalin komunikasi yang baik dengan sekolah untuk mendapatkan informasi terkini mengenai persiapan AN dan perkembangan belajar anak.

- Motivasi dan Dukungan Emosional:

 Berikan motivasi dan dukungan emosional kepada anak untuk meningkatkan rasa percaya diri dan semangat belajar.

6. Pemanfaatan Sumber Daya dan Teknologi

Manfaatkan berbagai sumber daya dan teknologi yang tersedia untuk mendukung persiapan Asesmen Nasional:

- Platform Pembelajaran Online:

Gunakan platform pembelajaran online yang menyediakan materi ajar dan latihan soal AKM.

- Sumber Belajar Digital:

 Manfaatkan sumber belajar digital seperti e-book, video pembelajaran, dan aplikasi edukatif untuk memperkaya pembelajaran siswa.

- Grup Diskusi dan Komunitas Belajar:

Bentuk grup diskusi atau komunitas belajar online untuk saling berbagi informasi dan tips belajar.

Persiapan Asesmen Nasional Tahun 2024 memerlukan kerjasama yang baik antara sekolah, guru, siswa, dan orang tua. Dengan memahami tujuan dan komponen AN, mempersiapkan infrastruktur dan pelatihan yang memadai, serta menerapkan strategi pembelajaran yang efektif, diharapkan Asesmen Nasional dapat dilaksanakan dengan sukses dan memberikan data yang akurat untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui persiapan yang matang dan dukungan dari berbagai pihak, kita dapat mencapai tujuan bersama untuk menciptakan generasi yang berkompeten, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.



Persiapan Pengelolaan Kinerja Periode 2





Apa Saja yang Harus Dilakukan Kepala Sekolah dan Guru untuk Memulai Pengelolaan Kinerja Periode Kedua pada Platform Merdeka Mengajar

Pengelolaan kinerja yang efektif sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah. Platform Merdeka Mengajar hadir sebagai alat bantu untuk memfasilitasi proses ini secara digital dan lebih efisien. Untuk memulai pengelolaan kinerja periode kedua (Juli-Desember), kepala sekolah dan guru perlu melakukan serangkaian langkah strategis. Artikel ini akan membahas apa saja yang harus dilakukan oleh kepala sekolah dan guru dalam memulai pengelolaan kinerja pada platform Merdeka Mengajar.

 

1. Menetapkan Tujuan dan Sasaran Kinerja

Langkah pertama adalah menetapkan tujuan dan sasaran kinerja yang jelas dan terukur. Kepala sekolah dan guru harus bersama-sama merumuskan tujuan yang ingin dicapai dalam periode kedua ini. Tujuan tersebut harus SMART (Spesifik, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound).

Contoh tujuan kinerja:

- Meningkatkan rata-rata nilai ujian siswa sebesar 10%.

- Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler hingga 20%.

- Mengimplementasikan metode pembelajaran berbasis teknologi di 50% mata pelajaran.

2. Persiapan Data dan Dokumen Pendukung

Sebelum memulai pengelolaan kinerja, siapkan data dan dokumen yang diperlukan. Data ini akan menjadi dasar untuk evaluasi kinerja dan perencanaan ke depan.

Data yang perlu dipersiapkan:

- Hasil kinerja periode sebelumnya.

- Rencana pembelajaran untuk periode kedua.

- Hasil evaluasi dan umpan balik dari siswa dan orang tua.

- Laporan kegiatan yang telah dilaksanakan.

3. Pengenalan dan Pelatihan Platform Merdeka Mengajar

Pastikan semua kepala sekolah dan guru familiar dengan platform Merdeka Mengajar. Adakan sesi pelatihan atau workshop untuk memastikan semua pengguna memahami fitur dan fungsi platform.

Fitur utama yang perlu dipahami:

- Pengisian data kinerja.

- Monitoring dan evaluasi kinerja.

- Pembuatan laporan kinerja.

- Fitur pembinaan dan pengembangan profesional.

 4. Pengisian Data Awal ke Platform

Masukkan data awal ke dalam platform Merdeka Mengajar. Data ini harus akurat dan terbaru agar analisis dan evaluasi yang dilakukan nantinya valid.

Langkah-langkah pengisian data:

- Masukkan profil sekolah dan guru.

- Input data kinerja awal.

- Pastikan semua informasi terisi lengkap dan benar.

5. Monitoring dan Evaluasi Berkala

Monitoring kinerja harus dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai. Platform Merdeka Mengajar menyediakan fitur untuk memantau progres dan mencatat pencapaian.

Langkah-langkah monitoring:

- Jadwalkan evaluasi berkala (misalnya bulanan atau triwulanan).

- Gunakan fitur monitoring untuk melacak progres.

- Identifikasi kendala dan lakukan penyesuaian jika diperlukan.

6. Feedback dan Pembinaan

Berdasarkan hasil monitoring, berikan feedback konstruktif kepada guru. Feedback harus mencakup aspek positif yang telah dicapai serta area yang perlu ditingkatkan. Rancang program pembinaan atau pelatihan untuk membantu memperbaiki kinerja yang kurang optimal.

Contoh feedback:

- Apresiasi atas peningkatan partisipasi siswa dalam kelas.

- Saran untuk menggunakan metode pembelajaran yang lebih interaktif.

- Rekomendasi untuk mengikuti pelatihan tertentu.

7. Pelaporan dan Dokumentasi

Gunakan fitur pelaporan di platform untuk menyusun laporan kinerja secara terstruktur. Laporan ini penting sebagai dokumentasi dan alat analisis untuk perencanaan strategi peningkatan ke depan.

Langkah-langkah pelaporan:

- Buat laporan kinerja berkala.

- Dokumentasikan semua aktivitas dan hasil kinerja.

- Gunakan laporan untuk evaluasi akhir periode.

8. Evaluasi Akhir Periode

Lakukan evaluasi komprehensif pada akhir periode untuk menilai pencapaian keseluruhan. Diskusikan hasil evaluasi dengan tim untuk merumuskan rencana peningkatan kinerja di periode berikutnya.

Langkah-langkah evaluasi akhir periode:

- Analisis pencapaian terhadap tujuan yang telah ditetapkan.

- Identifikasi area yang membutuhkan perbaikan.

- Susun rencana peningkatan untuk periode selanjutnya.

9. Pengembangan Profesional Berkelanjutan

Pengembangan profesional berkelanjutan adalah kunci untuk memastikan kepala sekolah dan guru terus meningkatkan kompetensinya. Manfaatkan sumber daya yang tersedia dalam platform untuk mendukung pengembangan ini.

Program pengembangan profesional:

- Modul pelatihan.

- Video pembelajaran.

- Forum diskusi dan berbagi pengalaman.

10. Penggunaan Teknologi secara Efektif

Maksimalkan penggunaan fitur teknologi dalam platform Merdeka Mengajar untuk mendukung pengelolaan kinerja. Pastikan semua pengguna memiliki akses yang baik dan pemahaman yang cukup tentang teknologi yang digunakan.

Langkah-langkah penggunaan teknologi:

- Adakan pelatihan teknologi secara berkala.

- Dorong penggunaan fitur-fitur canggih dalam platform.

- Pastikan infrastruktur teknologi di sekolah mendukung.

Kesimpulan

Memulai pengelolaan kinerja periode kedua pada platform Merdeka Mengajar memerlukan persiapan yang matang dan langkah-langkah strategis. Dengan menetapkan tujuan yang jelas, mempersiapkan data dan dokumen pendukung, serta memanfaatkan fitur teknologi secara efektif, kepala sekolah dan guru dapat mengelola kinerja dengan lebih efisien dan mendukung peningkatan mutu pendidikan. Monitoring dan evaluasi berkala, feedback konstruktif, serta pengembangan profesional berkelanjutan adalah kunci untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.


Program PembaTIK Jadikan Guru “Duta Teknologi”.







Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Kemendikbudristek kembali mengadakan program yang membantu guru dan siswa meningkatkan kemampuan teknologi dan komunikasi (TIK) sebagai upaya mendukung implementasi Kurikulum Merdeka.

Dua inovasi teknologi pendidikan yang dirilis yaitu Pembelajaran Berbasis TIK (PembaTIK) dan Kita Harus Belajar (Kihajar) STEM. Kedua program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) guru dan siswa, sekaligus mengimplementasikan Kurikulum Merdeka.

Program PembaTIK dan Kihajar STEM secara resmi diluncurkan pada 13 Juni 2024 oleh Mendikburistek Nadiem Anwar Makarim yang disiarkan langsung melalui YouTube dan Televisi Edukasi.

“Selama lima tahun Gerakan Merdeka Belajar, teknologi telah memainkan peran penting dalam transformasi pendidikan di Indonesia. PembaTIK dan Kihajar STEM adalah platform yang membantu guru dan siswa meningkatkan kemampuan TIK mereka, mendukung implementasi Kurikulum Merdeka,” ujar Menteri Nadiem.

Nadiem menambahkan bahwa PembaTiK mendorong para pendidik untuk terus belajar, berkolaborasi, dan berbagi pengetahuan. Sedangkan Kihajar STEM fokus pada pengembangan keterampilan abad ke-21 seperti gotong royong, komunikasi, dan pemikiran kritis.

“PembaTIK akan melahirkan Duta Teknologi yang menginspirasi praktik baik penggunaan platform teknologi, dan Kihajar STEM akan menumbuhkan generasi Pelajar Pancasila yang berdaya saing global,” jelas Menteri Nadiem.

Duta Teknologi

Khusus program PembaTIK 2024 Kemdikbudristek memberikan kesempatan kepada guru menjadi Duta Teknologi Kemendikbudristek 2024. Pendaftaran PembaTIK 2024 dilaksanakan sejak 13 Juni 2024 sampai 26 Juli 2024 melalui laman resmi PembaTIK 2024 Kemendikbudristek, https://pembatik.kemdikbud.go.id.

Pelaksanaan PembaTIK 2024 oleh Kemendikbudristek melalui BLPT ini dilatarbelakangi oleh semakin majunya TIK dalam pendidikan. Integrasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Salah satu inisiatif yang mendukung hal ini adalah program PembaTIK (Pembelajaran Berbasis TIK).

Program ini dirancang untuk meningkatkan kompetensi TIK bagi pendidik, tenaga kependidikan, dan pegawai dinas pendidikan, sehingga mampu berinovasi dalam pembelajaran kolaboratif sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka.

PembaTIK 2024 bertujuan untuk memberdayakan para guru dan tenaga pendidikan agar dapat memanfaatkan teknologi secara efektif dalam kegiatan belajar, mengajar, dan berkarya. Dengan fokus pada pemanfaatan platform teknologi, program ini mendukung terciptanya inovasi pembelajaran yang kolaboratif dan kreatif, sesuai dengan semangat Kurikulum Merdeka. Salah satu manfaat mengikuti PembaTIK 2024 adalah meningkatkan kompetensi literasi, implementasi, kreasi serta berbagi dan kolaborasi.

Untuk memastikan peningkatan kompetensi TIK yang terstruktur dan komprehensif, PembaTIK mengacu pada standar kompetensi yang terdiri dari empat level:

1. Level Literasi: Penguasaan dasar TIK yang meliputi kemampuan menggunakan perangkat dan aplikasi dasar untuk mendukung proses pembelajaran.
2. Level Implementasi: Kemampuan untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran sehari-hari.
3. Level Kreasi: Keterampilan dalam menciptakan konten digital yang mendukung pembelajaran inovatif.
4. Level Berbagi & Berkolaborasi: Kompetensi dalam berkolaborasi dan berbagi praktik terbaik serta sumber daya pendidikan secara digital dengan sesama pendidik.

Dikutip dari laman resmi PembaTIK Kemendikbudristek, berikut ini informasi syarat dan ketentuan mengikuti PembaTIK 2024.

1. Memiliki Akun belajar.id: Setiap peserta harus sudah memiliki dan mengaktifkan akun belajar.id, yang merupakan identitas digital yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
2. Status Kepegawaian:
- Guru ASN: Termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dengan bukti SK yang relevan.

- Guru Tetap Yayasan: Dibuktikan dengan Surat Keputusan (SK) Pengangkatan dari yayasan terkait.

- Guru Honorer: Di instansi pendidikan pemerintah atau swasta dari semua jenjang, dibuktikan dengan keputusan dari pimpinan lembaga.

- Tenaga Kependidikan: Di instansi pendidikan pemerintah atau swasta, dibuktikan dengan keputusan dari pimpinan lembaga terkait.

- Pegawai Dinas Pendidikan dan UPT: Pegawai di bawah naungan Kemendikbudristek juga dapat mengikuti PembaTIK, namun mereka tidak dapat mengikuti seleksi Duta Teknologi.

Khusus peserta yang telah menyelesaikan Level 1 PembaTIK pada tahun 2023 diberikan kemudahan untuk tidak perlu mengulang seluruh pembelajaran pada Level 1 di PembaTIK 2024. Mereka hanya perlu mengikuti sesi sinkronus dan mengisi daftar hadir. Namun, untuk Level 2 dan 3, mereka harus mengikuti pembelajaran secara utuh seperti biasa.

Secara umum PembaTIK adalah langkah penting dalam meningkatkan kompetensi TIK bagi para pendidik dan tenaga kependidikan. Melalui program ini, diharapkan mereka dapat mengadopsi teknologi dengan lebih baik dalam proses pembelajaran, sehingga mampu menciptakan inovasi yang mendukung Kurikulum Merdeka.

JADWAL PELAKSANAAN PPG DALJAB TAHUN 2024

Jadwal Pelaksanaan PPG Dalam Jatan Tahun 2024  






Berdasarkan Surat Edaran Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor Manual.414/B2/GT.00.08/2024 pada tanggal 19 Juli 20204 tentang Informasi Persiapan dan Pelaksanaan Ploting Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu ( Dalam Jabatan) Tahun 2024 pada lampiran 2 dijelasakan mengenai Jadwal Pelaksanaan dan Ketentuan Lapor Diri sebagai berikut :

A. Jadwal Pelaksanaan

1 Pemanggilan Peserta Di SIMPKB 22 s.d 26 Juli 2024
2 Lapor Diri dan Orientasi di LPTK 23 s.d 31 Juli 2024
3 Pembelajaran Mandiri Di PMM 24 Juli s.d 4 September 2024
4 Pendaftaran UKPPG di PMM 9 Agustus s.d 7 September 2024
5 Unggah Dokumen UKPPG 11 s.d 15 September 2024
6 Pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) 21 s.d 22 September 2024
7 Pelaksanaan Penilain Ujian Kinerja 23 s.d 29 September 2024
8 Pengumuman UKPPG 8 Oktober 2024
Catatan : Jadwal dapat berubah dan di informasikan lebih lanjut

B. Ketentuan Lapor Diri

Seluruh berkas lapor diri di bawah ini diunggah pada aplikasi lapor diri LPTK Penyelenggara PPG, sesuai dengan penempatan yang disampaikan melalui akun SIMPKB masing-masing.

1. Pakta Integritas ( terlampir)

2. Biodata Mahasiswa (sesuai format PD DIKTI)

3. Scan Ijazah S1  yang dilegalisir

4. Scan Transkrip Nilai

5. Scan Kartu Identitas KTP/SIM

6. Scan Pas Foto berwarna dimensi 4x6

7.Scan Surat Keterangan sehat (dari fasilitas layanan kesehatan)

8. Scan Surat Keterangan Berkelakuan Baik dari Kepolisian

9. Scan Surat Bebas Narkotika,Psikotropika,dan Zat Adaktif lainnya/NAFZA (dari Puskesmas/RSUD setempat/Kepolisian/BNN)

10. Scan NPWP (bagi yang memiliki)

11.Tambahan persyaratan dari LPTK masing-masing


Format Fakta Integritas dapat di unduh disini : Klik disini

Surat Edaran Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nomor Manual.414/B2/GT.00.08/2024 pada tanggal 19 Juli 20204 tentang Informasi Persiapan dan Pelaksanaan Ploting Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Tertentu ( Dalam Jabatan) Tahun 2024 dapat di unduh disini : Klik disini


Demikian informasi tentang Jadwal PPG Dalam Jabatan Tahun 2024 yang dapat kami sampaikan, Semoga bermanfaat.



 Yth. Bapak/Ibu 

  1. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi 
  2. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota 
  3. Kepala BBPMP dan BPMP 
  4. Kepala Satuan Pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, PKBM, SKB dan SLB 

di seluruh Indonesia 

 

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, 

Salam sejahtera bagi kita semua, 

Dengan hormat kami sampaikan bahwa dalam rangka pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah telah melakukan integrasi data serta pembaruan pada Aplikasi Dapodik versi 2025 untuk satuan pendidikan, sehingga dapat digunakan untuk pengumpulan data semester 1 tahun ajaran 2024/2025 di bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, Pendidikan Menengah, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Kesetaraan. 

Satuan Pendidikan diharapkan memprioritaskan pendataan Peserta Didik Semester 1 Tahun Ajaran 2024/2025 dengan status Naik Kelas terlebih dahulu dan selanjutnya peserta didik baru, serta melakukan isian partisipasi BOSP. Perubahan dan pembaruan ini merupakan upaya untuk menyelaraskan prosedur dan mekanisme pendataan Dapodik. Berdasarkan Permendikbudristek No. 63 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan, disampaikan bahwa Satuan Pendidikan harus mengisi dan melakukan pemutakhiran Dapodik sesuai dengan kondisi riil di Satuan Pendidikan paling lambat tanggal 31 Agustus anggaran sebelumnya. 

Selain daripada itu dalam rangka menindaklanjuti terbitnya peraturan Permendikbudristek nomor 47 tentang Standar Pengelolaan pada PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Pasal 8 bahwa Satuan Pendidikan Dalam menyusun perencanaan kegiatan pendidikan yang memuat kurikulum dan pembelajaran, Satuan Pendidikan menetapkan jumlah Peserta Didik pada setiap rombongan belajar dan jumlah rombongan belajar pada setiap Satuan Pendidikan. 

Aplikasi Dapodik versi 2025 dirilis dalam bentuk Installer, maka satuan Pendidikan harus melakukan uninstall Aplikasi Dapodik versi sebelumnya terlebih dahulu. 

Berikut Langkah instalasi Aplikasi Dapodik versi 2025: 

  1. Unduh file installer Aplikasi Dapodik versi 2025
  2. Lakukan instalasi Aplikasi Dapodik; 
  3. Refresh browser (ctrl+F5); 
  4. Lakukan registrasi; 
  5. Pastikan proses registrasi berhasil; 
  6. Isi username dan password; 
  7. pilih semester 2024/2025; 
  8. klik tombol Masuk; 
  9. Pastikan tampilan Aplikasi Dapodik sudah versi 2025; 
  10. Lakukan input data sesuai kondisi riil; 
  11. Login Akun Kepala Sekolah 
  12. Klik tombol sinkronisasi. 

 

Berikut adalah daftar perubahan pada Aplikasi Dapodik versi 2025: 

  1. [Pembaruan] Penambahan proses bisnis dalam pelaksanaan implementasi kurikulum merdeka (dapat dilakukan secara bertahap atau serentak). 
  2. [Pembaruan] Penambahan atribut jabatan GTK di Penugasan GTK. 
  3. [Pembaruan] Penambahan fitur penginputan nomor ijazah dan nomor Surat Keterangan Melek Aksara (SUKMA) bagi peserta didik yang telah lulus. 
  4. [Pembaruan] Penambahan validasi usia peserta didik di jenjang kesetaraan (PKBM dan SKB). 
  5. [Pembaruan] Perubahan instrumen Pendidikan Anti Korupsi (PAK) di menu Beranda. 
  6. [Perbaikan] Penonaktifan fitur salin penugasan di menu GTK (dilakukan otomatis oleh sistem). 
  7. [Perbaikan] Penonaktifan fitur kenaikan kelas di menu Rombongan Belajar untuk satuan pendidikan pelaksana Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Ajaran 2024/2025. 
  8. [Perbaikan] Perbaikan penginputan format NIK pada formulir peserta didik dan GTK. 
  9. [Perbaikan] Perbaikan profil guru di menu GTK. 
  10. [Perbaikan] Validasi jumlah peserta didik per rombongan belajar (sesuai Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023). 
  11. [Perbaikan] Validasi jumlah rombongan belajar paralel (sesuai Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023). 
  12. [Perbaikan] Validasi jumlah jam maksimal Praktik Kerja Lapangan (PKL) di jenjang SMK. 
  13. [Perbaikan] Validasi usia peserta didik berkebutuhan khusus di jenjang PAUD. 
  14. [Perbaikan] Penonaktifan isian riwayat jabatan pendidik/tenaga kependidikan, riwayat jabatan fungsional, dan kompetensi pada menu data rinci GTK. 
  15. [Perbaikan] Penyesuaian referensi mata pelajaran di jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK (sesuai Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024). 
     

Demikian informasi yang kami sampaikan. Atas perhatian dan kerja sama Bapak/Ibu, kami ucapkan terima kasih. 

 

Salam Satu Data Pendidikan Indonesia, 

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. 

 

Admin Dapodik 

#Repost: https://dapo.kemdikbud.go.id/

Total Pengunjung

A.T. Diberdayakan oleh Blogger.